jangan takut gagal lho..
Senin, 06 Juni 2016
jangan takut gagal lho..: jangan takut gagal
jangan takut gagal lho..: jangan takut gagal: Takut gagal sebelum mencoba? Atau tidak berani mencoba karena cemoohan orang disekitar anda? Jangan dengarkan, teruslah berlari mengejar mimpimu...
jangan takut gagal
Takut gagal sebelum mencoba? Atau tidak berani mencoba karena cemoohan orang disekitar anda? Jangan dengarkan, teruslah berlari mengejar mimpimu, hingga suara cemoohan itu menjadi tepuk tangan. hiraukan apa kata mereka, jadikan cemooh mereka untuk menjadi bahan bakar anda menuju kesuksesan. Apa orang sukses pernah gagal? Atau masih ada pertanyaan lainnya?! Hampir setiap orang menginginkan hidup enak, memiliki usaha sendiri, jadi direktus, bos dan lain sebagainya. Tapi bila ditanya bagaimana mewujudkannya? Pasti jawabanya saya sudah berusaha, tapi gagal terus. Benarkah begitu?
Bila anda merasa gagal dalam berusaha, janganlah buat kegagalan itu menjadi benteng, menjadi tembok pengahalang untuk mencoba lagi. Coba kita berfikir positif “Aku pasti bisa, terus belajar dan terus berusaha.” jika sekali gagal kemudian dianggap tidak mungkin berhasil, maka selamanya anda akan takut melangkah. Ayo semangat dan percaya diri, pepatah mengatakan “Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda.” Anda tahu kan Andrie Wongso bintang film terkenal itu juga pernah gagal lho, mau tahu ceritanya.? Nih,...
Pembaca yang budiman, marilah kita belajar dari sebuah keberanian mengambil keputusan pada seorang motivator nomer satu didunia, Andrie Wongso. Suatu ketika, ia hendak merubah nasib dengan mengadu hidup ke belantara jakarta tanpa bekal apa-apa. Saat itu, pendidikan SD saja tidak tamat. Akhirnya, ia diterima bekerja sebagai sales sabun.
Saat itu, pada tahun 1978-1979 indonesia sedang gencar-gebcarnya muncul film genre aksi dari Hongkong dan Taiwan dengan bintang paling kondang Bruce Lee. Pada masa itu, semua hal ayang berbau kungfu begitu mewabah, termasuk kepada dirinya yang memang sudah latihan kungfu sejak lama. Akibat pengaruh film-film tersebut, ia pun secara alami terbawa ingin ikut menjadi bintang film laga.
Karena keyakinan kuat dan bekal kemampuan bermain kungfu, Andie Wongso memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan guna mewujudkan impiannya. Hal itu dilakukan karena ia punya keyakinan kuat bahwa semua bisa terjadi. Karena sudah terlanjur mengundurkan diri dari pekerjaan, ia pun mencari pekerjaan baru sebagai pelayan toko di pasar Kenari Jaya Jakara.
Kegagalan tak memutuskan tekadnya untuk menjadi bintang film. Ia tetap memelihara impian tersebut. Karena impian itu, Andrie memutuskan untuk berprofesi sebagai guru kungfu. Teryata, bekal yang diterima sebagai guru kungfu melebihi apa yang diterima sebagai pelayan toko. Karena itulah Andrie merasa apa yang dijalaninaysejalan dengan impian menjadi bintang film. Maka ia pun makin giat berlatih. Dan, hal tersebut semakin membulatkan keberaniannya untuk memutuskan apa yang telah ia impikan.
Dengan latihan keras dan perjuangan yang tak kenal lelah, impian tersebut berhasil menjadi kenyataan pada thun 1980-an, untuk pertama kalinya, Andrie naik pesawat terbang ke luar negeri guna menjalani kontrak bermain film di Taiwan. Sungguh, itulah bukti bahwa apa yang berani ia putuskan, meski berliku-liku panjang akhirnya terbayar tuntas.
Gimana masih takut gagal saat mencoba? Tidak ada namanya kegagalan, yang ada hanyalah pengalaman belajar. Anda pernah dengar Albert Einstein? Pasti pernah kan, memang ia seorang yang jenius bahkan sampai sekarang belum ada yang mampu menandingi kejeniusannya, tapi apa anda tau Albert juga pernah gagal lho tapi ia tidak putus asa dan terus berjuang... Mau denger ceritanya? Kalo gitu akan saya ceritakan.
Dikenal sebagai orang paling jenius sejagat, Albert Einstein dimasa kecilnya tidak menunjukkan tanda-tanda ia sangat pintar. Bahkan ayahnya menganggap Einstein terbelakang mental, penyendiri, dan pemarah (suka melempar barang). Hingga usia empat tahun Einstein jarang bicara, bahkan ketika usia menginjak tujuh tahun ia belum mampu membaca. Namun minatnya pada fisika sudah mualai sejak usia liam tahun. Hal itu berawal ketika ayahnya menghadiahinya sebauh kompas. Einstein kecil merasa aneh dengan benda itu, yang seoalah-olah didalamnya ada yang hidup. Sejak itu ia bertekad mempelajarinya. Einstein lantas mempelajari matematika setelah belajar kalkulus di tahun 1891. Gara-gara kesukaannya pada matematika, ia terobsesi jadi guru matematika. Meski begitu, tak gampang mengejar cita-citanya menjadi guru.
Pada usia 15 tahun, orang tuanya pindah ke milan, italia, sedangkan ia tetap tinggal di jerman agar bisa meneruskan sekolahnya. Namun, setahun kemudian ia justru pindah ke swiss karena ingin melanjutkan sekolah ke Eidgenossische Hochschule (ETH, Sekolah politeknik swiss) di zurich. “Saya ingin sekolah di zurich untuk mempelajari matematika dan fisika selama empat tahun, lalu jadi guru bidang tersebut. Itulah rencana saya.” kisahnya.
Namun ia gagal saat mengikuti test masuk pada tahun 1895. Tetapi Einstein tidak kapok dan tekad mencobanya lagi pada tahun berikutnay. Untuk persiapan seleksi, ia belajar di sebauh sekolah di Arrau Swiss. Akhirnya lols seleksi dan mulai belajar di ETH pada tahun 1896 sampai lulus tahun 1900. Sayangnya, ia tak memperoleh pekerjaan sebagai guru. Ia pernah mencoba melamar sebagai dosen di almamaternya ETH, tetapi gagal. Tiga temanya, termasuk Marcell Groosman, bisa menjadi asisten di ETH, namun Einstein tidak tertarik bila hanya menjadi asisten.
Akhirnya pada pertengahan 1901, ia menjadi guru matematika di sebuah SMA Winterthur. Menurutnya, kala itu ia sudah menyerah untuk terus merengek meminta pekerjaan di universitasnya. Ia juga menjadi guru honorer di sebuah sekoalah swasta di Schafhausen. Ayah Groosman berusaha mencarikan pekerjaan buatnya, yang mengantarkan Einstein bisa bekerja disana hingga 1909. Selam bekerja, Einstein terus mengembangkan ilmunya dan meraih gelar doctor pada tahun 1905 dari Universitas of zurich. Tesis doctornya ia persemabahkan buat Groosman yang telah membantunya.
Pada tahun 1905 ini ia menulis tiga paper yang salah satunya membahas apa yang sekarang disebut sebagai teori relativitas. Setelah itu papernya bermunculan, disanalah ia mengemukakan berbagai macam teori yang kini telah dikembangkannya. Setiap gagasan yang ia kemukakan dalam paper itu, hampir selalu jadi pembahasan ilmuwan lainnya.
Begitu hebat kan,? Semoga tidak takut gagal lagi deh, Ayo siapkan diri anda uutuk mencoba. Jika anda tidak pernah mencoba berati anda menciptakan kegagalan itu sendiri! Tetapi jika anda berani mencoba dengan usaha baik, maka anda akan mendapatakan pengalaman dan pembelajaran. Semakin banyak pengalaman belajar yang anda dapatkan, akan semakin dekat pada tujuanmu. Selama anda bermimpi besar dan bertindak, anda tidak gagal. Anda akan sukses atau anda akan mendapat pengalaman belajar.
Tujulah bintng-bintang! Meski anda tidak sampai disana, anda akan mencapai bulan! Orang sukses berani bermimpi besar, karena mereka tidak takut gagal. Mengapa demikian? Karena mereka percaya apabila tujuan tidak tercapai mereka tetap beruntung mendapatkan ilmu dan pengalaman.
Semoga dengan apa yang saya sampaikan bermanfaat untuk anda semua. Semoga anda semua calon-calon orang sukses dimasa depan amiiiiin.
Bila anda merasa gagal dalam berusaha, janganlah buat kegagalan itu menjadi benteng, menjadi tembok pengahalang untuk mencoba lagi. Coba kita berfikir positif “Aku pasti bisa, terus belajar dan terus berusaha.” jika sekali gagal kemudian dianggap tidak mungkin berhasil, maka selamanya anda akan takut melangkah. Ayo semangat dan percaya diri, pepatah mengatakan “Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda.” Anda tahu kan Andrie Wongso bintang film terkenal itu juga pernah gagal lho, mau tahu ceritanya.? Nih,...
Andrie Wongso Sang Pembelajar.
Pembaca yang budiman, marilah kita belajar dari sebuah keberanian mengambil keputusan pada seorang motivator nomer satu didunia, Andrie Wongso. Suatu ketika, ia hendak merubah nasib dengan mengadu hidup ke belantara jakarta tanpa bekal apa-apa. Saat itu, pendidikan SD saja tidak tamat. Akhirnya, ia diterima bekerja sebagai sales sabun.
Saat itu, pada tahun 1978-1979 indonesia sedang gencar-gebcarnya muncul film genre aksi dari Hongkong dan Taiwan dengan bintang paling kondang Bruce Lee. Pada masa itu, semua hal ayang berbau kungfu begitu mewabah, termasuk kepada dirinya yang memang sudah latihan kungfu sejak lama. Akibat pengaruh film-film tersebut, ia pun secara alami terbawa ingin ikut menjadi bintang film laga.
Karena keyakinan kuat dan bekal kemampuan bermain kungfu, Andie Wongso memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan guna mewujudkan impiannya. Hal itu dilakukan karena ia punya keyakinan kuat bahwa semua bisa terjadi. Karena sudah terlanjur mengundurkan diri dari pekerjaan, ia pun mencari pekerjaan baru sebagai pelayan toko di pasar Kenari Jaya Jakara.
Kegagalan tak memutuskan tekadnya untuk menjadi bintang film. Ia tetap memelihara impian tersebut. Karena impian itu, Andrie memutuskan untuk berprofesi sebagai guru kungfu. Teryata, bekal yang diterima sebagai guru kungfu melebihi apa yang diterima sebagai pelayan toko. Karena itulah Andrie merasa apa yang dijalaninaysejalan dengan impian menjadi bintang film. Maka ia pun makin giat berlatih. Dan, hal tersebut semakin membulatkan keberaniannya untuk memutuskan apa yang telah ia impikan.
Dengan latihan keras dan perjuangan yang tak kenal lelah, impian tersebut berhasil menjadi kenyataan pada thun 1980-an, untuk pertama kalinya, Andrie naik pesawat terbang ke luar negeri guna menjalani kontrak bermain film di Taiwan. Sungguh, itulah bukti bahwa apa yang berani ia putuskan, meski berliku-liku panjang akhirnya terbayar tuntas.
Gimana masih takut gagal saat mencoba? Tidak ada namanya kegagalan, yang ada hanyalah pengalaman belajar. Anda pernah dengar Albert Einstein? Pasti pernah kan, memang ia seorang yang jenius bahkan sampai sekarang belum ada yang mampu menandingi kejeniusannya, tapi apa anda tau Albert juga pernah gagal lho tapi ia tidak putus asa dan terus berjuang... Mau denger ceritanya? Kalo gitu akan saya ceritakan.
Manusia Super Jenius juga Mengalami Kegagalan
Dikenal sebagai orang paling jenius sejagat, Albert Einstein dimasa kecilnya tidak menunjukkan tanda-tanda ia sangat pintar. Bahkan ayahnya menganggap Einstein terbelakang mental, penyendiri, dan pemarah (suka melempar barang). Hingga usia empat tahun Einstein jarang bicara, bahkan ketika usia menginjak tujuh tahun ia belum mampu membaca. Namun minatnya pada fisika sudah mualai sejak usia liam tahun. Hal itu berawal ketika ayahnya menghadiahinya sebauh kompas. Einstein kecil merasa aneh dengan benda itu, yang seoalah-olah didalamnya ada yang hidup. Sejak itu ia bertekad mempelajarinya. Einstein lantas mempelajari matematika setelah belajar kalkulus di tahun 1891. Gara-gara kesukaannya pada matematika, ia terobsesi jadi guru matematika. Meski begitu, tak gampang mengejar cita-citanya menjadi guru.
Pada usia 15 tahun, orang tuanya pindah ke milan, italia, sedangkan ia tetap tinggal di jerman agar bisa meneruskan sekolahnya. Namun, setahun kemudian ia justru pindah ke swiss karena ingin melanjutkan sekolah ke Eidgenossische Hochschule (ETH, Sekolah politeknik swiss) di zurich. “Saya ingin sekolah di zurich untuk mempelajari matematika dan fisika selama empat tahun, lalu jadi guru bidang tersebut. Itulah rencana saya.” kisahnya.
Namun ia gagal saat mengikuti test masuk pada tahun 1895. Tetapi Einstein tidak kapok dan tekad mencobanya lagi pada tahun berikutnay. Untuk persiapan seleksi, ia belajar di sebauh sekolah di Arrau Swiss. Akhirnya lols seleksi dan mulai belajar di ETH pada tahun 1896 sampai lulus tahun 1900. Sayangnya, ia tak memperoleh pekerjaan sebagai guru. Ia pernah mencoba melamar sebagai dosen di almamaternya ETH, tetapi gagal. Tiga temanya, termasuk Marcell Groosman, bisa menjadi asisten di ETH, namun Einstein tidak tertarik bila hanya menjadi asisten.
Akhirnya pada pertengahan 1901, ia menjadi guru matematika di sebuah SMA Winterthur. Menurutnya, kala itu ia sudah menyerah untuk terus merengek meminta pekerjaan di universitasnya. Ia juga menjadi guru honorer di sebuah sekoalah swasta di Schafhausen. Ayah Groosman berusaha mencarikan pekerjaan buatnya, yang mengantarkan Einstein bisa bekerja disana hingga 1909. Selam bekerja, Einstein terus mengembangkan ilmunya dan meraih gelar doctor pada tahun 1905 dari Universitas of zurich. Tesis doctornya ia persemabahkan buat Groosman yang telah membantunya.
Pada tahun 1905 ini ia menulis tiga paper yang salah satunya membahas apa yang sekarang disebut sebagai teori relativitas. Setelah itu papernya bermunculan, disanalah ia mengemukakan berbagai macam teori yang kini telah dikembangkannya. Setiap gagasan yang ia kemukakan dalam paper itu, hampir selalu jadi pembahasan ilmuwan lainnya.
Begitu hebat kan,? Semoga tidak takut gagal lagi deh, Ayo siapkan diri anda uutuk mencoba. Jika anda tidak pernah mencoba berati anda menciptakan kegagalan itu sendiri! Tetapi jika anda berani mencoba dengan usaha baik, maka anda akan mendapatakan pengalaman dan pembelajaran. Semakin banyak pengalaman belajar yang anda dapatkan, akan semakin dekat pada tujuanmu. Selama anda bermimpi besar dan bertindak, anda tidak gagal. Anda akan sukses atau anda akan mendapat pengalaman belajar.
Tujulah bintng-bintang! Meski anda tidak sampai disana, anda akan mencapai bulan! Orang sukses berani bermimpi besar, karena mereka tidak takut gagal. Mengapa demikian? Karena mereka percaya apabila tujuan tidak tercapai mereka tetap beruntung mendapatkan ilmu dan pengalaman.
Semoga dengan apa yang saya sampaikan bermanfaat untuk anda semua. Semoga anda semua calon-calon orang sukses dimasa depan amiiiiin.
Langganan:
Komentar (Atom)